Grand Opening PKS Muda Mendunia Hadirkan 5 Narasumber yang Menempuh Pendidikan di Luar Negeri

Jakarta—Bidang Kepemudaan DPP PKS menggelar acara Grand Opening PKS Muda Mendunia 2022 yang diadakan secara virtual, pada Ahad (17/4/2022) dengan menghadirkan lima narasumber yang berkiprah di lima benua yang berbeda.

Kelima Narasumber tersebut, Muhammad Ilham Azhar, penerima beasiswa di American University, Abidah Syauqina, penerima Chevening Scholarship, Muhammad Ammar Al Amudi penerima beasiswa AMCI, Aji Teguh Pihatno, penerima Beasiswa Profesor Pusan National University, Al Haji Akbar Bachtiar. Penerima Australian Award Scholarship.

Muhammad Ammar Al Amudi, pemateri yang mendapat beasiswa pendidikan ke negara Maroko, berbagi kisah tentang cara mendapakan biasiswa di negara tersebut, Ammat mengungkapkan dua cara mendapatkankan beasiswa agar bisa menempuh studi di Maroko.

“Untuk Universitas yang ada di Maroko dan Beasiswanya, tidak lepas dari dua instansi, yakni yang dibawah kementerian pendidikan Maroko, dan dibawah badan pengurus wakaf, untuk beasiswa yang dari kementerian pendidikan maroko jalur beasiswanya melalu kementerian agama Indonesia yang setiap tahunnya membuka pendaftaran dengan kuota 15 orang, ada juga yang jalur melalui LPDP,” ungkap Ammar.

Lain lagi dengan Al Haji Akbar Bachtiar. Penerima Australian Award Scholarship, ia memberi kisah mendaat veasiswa melalui Australian Award Scholarship.

Kalau untuk di Australia pendidikan menjasi stau indisutri dan mereka welcome sekali, untuk jalunya ang paking umum melalui Australian Award Scholarship memberi kuota 300 orang setiap tahunnya, dan saya salah satu penerima besaiwa tersebut,a sangat kompetitif dantapi jalurnya sangat terbuka sekali, selain prestasi akademik kita juga dilihat kecakapan bahasa inggirs dan agak sedikit berbeda dengan TOEFL,” ucap Akbar.

Sementara Muhammad Ilham Azhar, berbagi pengalamannya tentang studi di Amerika

“Ada hal mendasar untuk sekolah di Amerika, pertama sudah pasti bahasa Inggris, kedua diminta ujian untuk menguji kemampuan sudi kita untuk lanjuy ke studi selanjutnya, juga biasanya TOEFL, rekomendasi dan motvasi kita untuk kampus menempuh pendidikan disana, siapapaun bisa mnedaftar dengan syarat jrurusan tertentu ada yang minta translation untuk ijazah kita,” ucap Azhar.

Aji Teguh Prihatno, penerima beasiswa Profesor Korea Selatan juga memberikan pengalamannya, ia menuturkan jalur beasiswa yang bisa didapat di Korsel bisa diambil melalui tiga jalur.

“Secara garis besar seperti teman jalur beasiswa ada tiga, pertama jalur pemerintah Korea Selatan, dan itu syaratnya cukup banyak, kita apply dan kita memilih kampus, kedua jalue pemerintah Indonesia bisa melalui LPDP, yang ketiga jalur cepat yakni jalur professor, termasuk saya melalui jalur pfofesor, kalau beasiwa professor yang penting profesornya sudah oke maka administrasi menyusul, hanya ada plus minusnya, kalau beasiwwa pemerintah salary dari pemerintah, tapi melalui profesor salarynya dari projek jadi ada plus minusnya,” ungkap Aji.

Abidah Syauqina, penerima Chevening Scholarship, juga meberi kisahnya tentang mendapat beasiswa yang bisa didapat di negara Inggris.

“Alhamdulillah waktu aku ambil S2 cukup banyak bmahasiswa dari Indonesia, tadi ebebapa sudah dijelaskan, seertinya sama sengan yang d Korsel hanya disini ditambahkan satu lagi ada beasiswa dari kampus, jadi kita tahu kampusnya mengakses informasi di kampus tersebut, jadi yang perlu kita lakukan riset terkait kampus yang ingin kita tuju, kalau di Inggris kampusnya dibedakan sesuai jurusan, jadi semua balik ke teman-teman mau ambol yang mana, ada juga beasiswa dari pemerintah Inggris,” kata Abidah.

Ketua Bidang Kepemudaan DPP PKS Gamal Albinsaid memberi motivasi kepada para peserta tentang pentingnya menempuh pendidikan di luar negeri.

“Ada survei, alasan mengapa perlu studi keluar negeri, pertama menjadi lebih mandiri kita bisa memecahkan sebuah persoalan, mengenal wawasan dan kebudayaan baru, lalu ada rasa lebih percaya diri, ketika kita bertemu tokoh lain kita tidak canggung atau bingun menempatkan posisi,” kata dia.

Lebih lanjut, Gamal berharap program PKS Muda Mendunia bisa menyiapkan generasi muda yang kompetitif di masa mendatang.

“Diharapkan progam PKS Muda Mendunia bisa mencetak generasi yang lebih well prepared lebih kompetitif, bisa bersaing di kampus dunia yang teman-teman inginkan Saya berharap apanyang mau kita bangun di PKS Muda saya sangat meyakini jadilah yang profile high impact dan jadilah seorang inovasi yang dinanti dan bermanfaat bagi orang sekitar,” pungkas Gamal.

Share This

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Open chat
1
Asslamualaikum Bisa Kami Bantu..

By
HUMAS DPD PKS DELI SERDANG